Jalani Hidup

Cerita tentang siklus air, jadi ingat lagi pelajaran waktu masih SD, Guru mengajarkan tentang siklus air.

Sebenarnya ini adalah hasil pembelajaran saya dalam mengingat kembali waktu saya masih anak-anak yang lucu dan lugu di sekolah dasar negri di desa. “Desa ku yang ku cinta” di negri tercinta.

Berikut ini cerita siklus air itu :

Air-air yang menggenang di bumi ini tercerai berai terkena panas terik matahari lalu menguap, air berubah menjadi udara yang terbang di angkasa kian kemari. Di angkasa yang luas, air-air ini saling tarik berkumpul dengan air-air lainnya yang menguap dari segala penjuru. Pertalian dalam ikatan yang kuat ini membentuk gumpalan awan. Sang awan melayang kian kemari mencari awan-awan lain yang terbentuk dari uap air juga. Bergabunglah gumpalan-gumpalan air itu menjadi awan yang lebih besar. Begitulah seterusnya hingga jadilah kumpulan awan mendung yang gelap dan semakin berat.

Awan-awan kecil lainnya yang baru terbentuk segera berebut untuk bisa bergabung dengan awan mendung yang terlihat besar dan berat itu. Akibat awan-awan baru ini yang berebutan untuk bisa gabung maka terjadilah tabrakan antara awan-awan itu. Terjadilah suara menggelegar tabrakan awan tersebut kilatan api terlihat di angkasa. Rupanya awan-awan baru ini sudah tidak sabar lagi untuk bisa kembali ke bumi menjadi air yang mengalir.

Akhirnya awan mendung itu berubah menjadi semakin pekat dan…..brrrrr hujan turun dengan derasnya menyirami bumi. Uap air yang telah menjadi awan hitam itu akhirnya kembali menjadi air, jatuh menerjang tanah, menembus pori-porinya dan juga mengalir mengisi sungai-sungai yang bermuara ke laut. Air hujan menyirami tumbuhan, hewan dan juga manusia.

“Orang tua-tua dulu pernah bilang kepada kita agar kita bisa menjalani hidup seperti air yang mengalir dan jangan menjadi air yang mengenang. (mungkin maksud nasehat orang tua-tua itu adalah jalani hidup ini dengan bergerak terus dimanapun berada).

Air yang menggenang untuk bisa mengalir lagi harus menjalani siklus perubahan (panas menyengat, berpindah tempat, bertubrukan/kompetisi, kejutan-kejutan suara geledek & percik api yang berkilat sangat mengejutkan seperti musibah yang datang tiba-tiba).

Begitulah cerita siklus air ini, smoga kita jadi ingat lagi pelajaran waktu kita SD dulu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: