Beranda > Uncategorized > RUPS LB ASII

RUPS LB ASII

Bintaro, 16 November 2015. Waktu menunjukkan pukul 09.36 WIB dan dosen pun mengakhirkan perkuiahan. Dosen saya ini, Wirawan B. Ilyas, adalah orang yang benar-benar memiliki banyak aktivitas hingga pada awalnya menjadwalkan kuliah pada jam 6 pagi, tetapi kemudian ditolak oleh Sekretariat sehingga kami sepakat mulai kuliah jam 07.00 pagi. Karena jadwal lebih awal, selesainya pun juga lebih awal. Kesempatan ini saya gunakan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Astra Internasional Indonesia Tbk. yang dalam pasar saham dikenal dengan singkatan ASII. Tidak seperti RUPS Tahunan, RUPS LB ini tidak beragenda tahunan seperti permintaan persetujuan Laporan Keuangan dan Kinerja Direksi. RUPS LB dapat diadakan kapan saja ketika kepentingan perseroan membutuhkannya. Contohnya, apabila perseroan ingin mengubah susunan direksi maupun dewan komisaris, mengubah nama, tempat kedudukan, jangka waktu berdirinya perseroan, dan hal lainnya yang membutuhkan persetujuan dari para pemegang saham.

Setelah kuliah selesai, saya pun langsung bergegas pulang dan kemudian berangkat untuk mengejar waktu RUPS LB yang dijadwalkan mulai pada pukul 10.30 WIB. Perjalanan cukup lancar. Sampai di lokasi, Hotel Mandarin Oriental Jakarta, saya pun sampai ke tempat registrasi yang lokasinya lumayan informatif, tepat di depan pintu masuk utama hotel. 10.32 WIB, saya sampai, disambut dnegan wajah dan sapaan yang ramah dari petugas yang berada di bagian registrasi RUPS LB ini. Saya pun langsung yakin dan tidak salah lagi bahwa ini adalah RUPS ASII karena bertebaran logo dan tulisan Astra di beberapa titik. Dengan panik, saya bertanya, “Mas, RUPS di sini ya?” Jawab masnya, ” Iya mas, mas dari mana?” Saya jawab'” Pemegang Saham.” Dia pun menyahut, “Mohon maaf mas udah tutup”.

Saya pun dianggap telat. 2 menit. Registrasi ditutup tepat pukul 10.30 seperti pada undangan dan memang pada waktu itu acara telah dimulai. Susunan acara RUPS ASII ini memang lebih tertib apabila dibandingkan dengan RUPS LB BBNI yang diselenggarakan pada 9 November lalu, di mana acara yang molor karena alasan keterlambatan teknis acara. Setidaknya BUMN dapat mencontoh penyelenggaraan RUPS LB pada swasta, ASII ini. Akan tetapi, kedatangan saya ke sini tidak berimbas pada kekecewaan yang mendalam, karena setidaknya panitia masih mengizinkan para pemegang saham yang tidak bisa melakukan registrasi dapat mengikuti mata acara RUPS LB, meskipun sebagai undangan. Informasi ini saya dapat dari petugas yang berada di depan. Bayangan saya, justru menjadi undangan terasa lebih istimewa. Maka saya pun dipersilakan untuk melakukan registrasi pada meja registrasi undangan. Ternyata, tidak semudah itu nak, kamu melakukan registrasi..! Langkahi dulu mayat saya *Terkesan demikian ekspresi seorang petugas tamu undangan yang melayani di meja undangan. Dengan wajah yang tidka terlalu ramah, dia menanyakan kepada temannya yang lokasinya cukup jauh di depan, untuk memastikan bagaimana status saya.

Akhirnya, ada jawaban, dan jawaban diberikan secara konsisten: sebagai undangan. Meskipun saya hadir tanpa hak suara, bagi saya tidak masalah karena suara saya tidak terlalu bagus. Jumlah saham tidak terlalu signifikan, riilnya. Saya pun masuk sebagai orang terakhir ke ruang Ballroom Mandarin Oriental, bak pejabat terpenting yang diundang khusus untuk acara RUPS LB ini. Padahal, di dalam ruangan juga diam saja. Ada kesempatan bertanya juga diacuhkan. Seagai undangan, tentunya saya diberi warna gantungan nametag lain dari pemegang saham: kuning untuk pemegang saham, hijau untuk undangan. Saya pun melihat ke segala penjuru di ruangan rapat yang lumayan luas itu. Tampak beberapa orang yang sering saya jumpai sebagai pemegang saham, pada beberapa RUPS pada perusahaan lain. Tanpa memikirkan berapa jumlah lembar saham yang mereka kuasai, saya memperhatikan mereka sebagai sosok yang sederhana, pengumpul suvenir rapat, banyak makan, dan ada yang membawa plastik untuk membungkus. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu dipertanyakan.

Acara berlangsung sangat cepat, karena hanya membahas tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan, yang harus disesuaikan dengan perubahan peraturan OJK yang baru. Bayangkan, OJK merubah peraturan, dampaknya emiten harus adakan RUPS LB yan gbiayanya tentu besar. Akan tetapi, pemegang saham justru bergembira dengan undangan rapat ini. Entah ia gunakan kesempatan ini untuk datang atau tidak. Ruangan yang cukup luas, dipenuhi oleh peserta rapat, sangat berbeda dengan RUPS pada emiten lain. Ada kemungkinan jumlah emiten ASII lebih banyak dan bervariatif. Dalam mata acara, presiden direktur membaca teks rapat. Tidak banyak yang saya ingat. Beberapa hal yang membuat saya ingat adalah gambaran umum kinerja perseroan yang menurun dan beberapa pertanyaan peserta.

Pertama, mengenai gambaran kinerja perseroan pada semester II yang diperkirakan akan mengalamai penurunan dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini dipacu oleh lesunya perekonomian global yang berdampak pada konsumsi di tingkat domestik. Akibatnya, penjualan produk ASII juga mengalamai penurunan. Konsisi penurunan penjualan telah terjadi pada semester I tahun 2015, dan kondisi ini masih diperkirakan akan terus berlanjut pada semester II. Entah apa hubungannya pembukaan ini dengan perubahan anggaran dasar perseroan, saya kurang paham. Mungkin untuk memberikan intens kepada jajaran direksi dan komisaris agar bekerja lebih keras.

Kedua, pertanyaan yang diajukan peserta. Terdapat dua buah pertanyaan, yang keduanya diajukan oleh pemegang saham. Pertanyaan pertama meminta agar pimpinan rapat menjelaskan lebih lanjut maksud dan ringkasan perubahan anggaran dasar perseroan. Penanya juga masih merasa kurang memahami, mengapa pimpinan rapat hanya menayangkan detil perubahan anggaran dasar (dengan slide) tanpa penjelasan lisan. Pertanyaan kedua, memberikan saran mengenai redaksional atau tata bahasa penulisan yang akan dilakukan dalam perubahan anggaran dasar. Bapak ini menganggap perlunya kata “bahwa” disisipkan dalam penggalan kalimat yang ia tanyakan. Dengan perhatian, saya pun sedikit menyimak jawaban pimpinan rapat. Rupanya, pimpinan rapat memerintahkan notaris untuk menjawab. Entah ini termasuk dalam tata cara rapat, ataukah karena pimpinan tidka terlalu berkapasitas dalam menjawab, saya kurang memahami. Tetapi, saya rasa notaris hanya bertugas untuk mencatat jumlah suara.

Dari instruksi itu, notaris pun menjawab. Pertnayaan pertama dijawab, bahwa panitia telah membagikan rencana peruabhan berupa hard copy yang DIHARAPKAN sudah dibaca peserta sebelum memasuki ruangan, sehingga tidak lagi pimpinan rapat membacakan rincian peruabahan anggaran dasar tersebut. Pertanyaan kedua ditanggapi notaris sebagai masukan yang akan ia pertimbangkan dalam penyusunan perubahan anggaran dasar tersebut. Akhirnya, acara selesai. Mohon maaf tidak sempat mengabadikan foto, karena baterai HP sudah minim. Tamat.

Kategori:Uncategorized Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: