Beranda > My Tax's Article > Trik Jurusita

Trik Jurusita

Berbagai Trik and Tips Ketika Penyitaan

No

Risiko

Dampak

Usaha mitigasi Risiko

(Solusi)

1. Dalam  hal penyitaan tidak dapat dilakukan karena terkendala letak obyek sita yang sulit dijangkau (akses). Penyitaan tidak dapat dilaksanakan. Seorang juru sita pajak yang akan melakukan penyitaan meminta bantuan kepada aparat desa atau petugas terkait yang tahu letak objek pajak tersebut.
2. Dalam  hal penyitaan tidak dapat dilakukan karena terkendala lokasi objek sita berada diluar wilayah kerja. Penyitaan tidak dapat dilakukan sendiri oleh juru sita. Pejabat meminta bantuan kepada pejabat yang wilayah kerjanya meliputi tempat objek sita berada untuk menerbitkan SPMP terhadap objek sita yang dimaksud. Juru sita yang wilayah  kerjanya meliputi tempat objek sita berada membantu melakukan penyitaan
3. Apabila ada barang yang dikecualikan dari penyitaan (misalnya motor ) milik wajib pajak tetapi tetap disita oleh petugas juru sita pajak. Wajib Pajak atau Penanggung Pajak dapat melakukan gugatan. Memastikan bahwa barang yang akan disita oleh petugas juru sita pajak benar – benar termasuk dalam barang yang dapat disita dan tidak termasuk barang yang dikecualikan dari penyitaan;
4. Apabila barang yang disita oleh petugas juru sita pajak ternyata bukan milik dari Wajib Pajak atau Penanggung Pajak melainkan milik melainkan milik dari pihak ketiga, maka pihak ketiga dapat mengajukan gugatan sebelum lelang dilaksanakan. Terjadi klaim oleh pihak ketiga yang merasa memiliki hak atas barang yang disita. Meyakinkan bahwa barang yang akan disita benar – benar milik dan dikuasai oleh wajib pajak atau penanggung pajak
5. Motivasi & rasa ingin tahu yang rendah dari juru sita Kegagalan dalam melaksanakan tugas. Memberikan seminar motivasi yang dilakukan secara rutin

Memindahkan pegawai juru sita tersebut kebagian lain yang cocok dengan pagawai tersebut

6. Juru sita berkunjung untuk menemui Wajib Pajak, Wajib Pajak tersebut sengaja mempekerjakan para bodyguard yang bertubuh besar dan kekar untuk menghalang-halangi dan menakut-nakuti serta melemparkan ancaman kepada juru sita yang hendak melaksanakan tugasnya. Juru sita terintimidasi sehingga tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Bekerja sama dengan aparat yang berwenang (dari aparat Kepolisian) agar lebih mudah dalam melaksanakan tugas penyitaan.
7. Wajib Pajak sering  menghindar dari jurusita pajak. Proses penyitaan terhambat. Memberi peringatan dan pengertian tentang tugas jurusita pajak tersebut.
8. Menggunakan kekerasan pada fiskus (dalam hal ini jurusita) untuk menghentikan proses penyitaan. Juru sita mengalami cedera fisik. Membawa bukti atau dasar hukum yang kuat dan lengkap ketika akan melaksanakan penyitaan.
9. Segel sita dirusak penanggung pajak. Penguasaan objek sita menjadi tidak jelas. Diganti dengan segel baru.
10. Barang yang disita rusak atau hilang. Jaminan atas utang pajak berkurang atau hilang Dilakukan penyitaan tambahan.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: