Lama sekali rasanya tidak menorehkan berkas-berkas ketikan di web ini karena saya rasa tahun ini adalah tantangan yang akan akan mengantarkan diri ini ke masa depan yang menentukan. Beberapa bulan yang berat dengan rutinitas, meski belum mendapatkan tambatan yang tepat. Hari demi hari saya lewatkan dengan penuh pekerjaan, baik pekerjaan penting maupun tidak penting. Tapi yang terpenting adalah mengerjakannya dengan penuh keikhlasan.
Sembari saya akan menulis, selalu saja tidak ada alasan untuk menulis, baik karena tidak ada yang mau ditulis maupun karena tidak ada yang membuat paksaan untuk menulis.
Ada tiga tingkatan orang sabar :
- Orang yang dapat menekan habis dorongan hawa nafsu hingga tidak ada perlawanan sedikitppun, dan orang itu bersabar secara konstan. Mereka adalah orang yang sudah mencapai tingkat shiddiqin.
- Orang yang tunduk total kepada dorongan hawa nafsunya sehingga motivasi agama sama sekali tidak dapat muncul. Mereka termasuk kategori orang-orang yang lalai (al ghofilun).
- Orang yang senantiasa dalam konflik antara dorongan hawa nafsu dengan dorongan keberagamaan. Mereka adalah orang yang mencampuradukkan kebenaran dengan kesalahan.
Secara psikologis, tingkatan orang sabar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
- Orang yang sanggup meninggalkan dorongan syahwat. Mereka termasuk kategori orang-orang yang bertaubat (at Taibin).
- Orang yang ridla (senang/puas) menerima apapun yang ia terima dari Tuhan, mereka termasuk kategori zahid.
- Orang yang mencintai apapun yang diperbuat Tuhan untuk dirinya,mereka termasuk kategori shidddiqin.
Setelah berakhirnya masa-masa Ujian Tengag Semester ke-4, aku merasa semakin mengalami kemunduran semangat belajar. Aku yakin bahwa suatu hari nanti pasti akan semangat lagi dengan gairah yang lebih baru dan didukung oleh kesehatan dan kemampuan yang joss dan memadai. Nampaknya kuharus tetap tegar dalam menghadapi itu semua dengan hambatan-hambatan yang ada. Mungkin aku belum eneukan jati diriku sendiri.